Entri Populer

Senin, 09 Januari 2012

belajar b.jepang bersama

Belajar Bahasa Jepang

by on NOVEMBER 4, 2011
Belajar Bahasa Jepang – Secara online untuk pemula ini berawal dari hobi nonton drama jepang yang menimbulkan ketertarikan belajar sendiri akan budaya dan tata bahasa dari negeri jepang ini. Karena saya juga masih dalam tahap belajar bahasa jepang jadi yang akan saya sampaikan disini hanya beberapa metode yang di kumpulkan dari berbagai referensi. Untuk mempelajari bagaimana memulai belajar Bahasa Jepang? Ini sebuah pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab. Tapi sejauh pengalaman yang saya rasakan, di awal belajar kita harus menentukan terlebih dahulu, apa yang ingin kita capai dari proses belajar tersebut. Apakah kita ingin belajar berbicara saja ? Atau ingin belajar berbicara dan membaca ? Target ini penting karena akan menentukan bagaimana kita belajar bahasa Jepang sebagai pemula.
Sedikit Tips penting pengucapan bahasa Jepang supaya terdengar alamiah yang sering tidak dicantumkan dalam buku teks.
1. “Ou” dibaca “oo” (bunyi o panjang), bukan “ow”.belajar bahasa jepang
2. “N” paling sering dibaca “ng”,
3. tetapi bisa juga “n” jika diikuti bunyi berawalan t, d, s,
4. atau dibaca “m” jika diikuti bunyi berawalan b.
Contoh:
“Sentaku” (cucian) tetap dibaca “sentaku”. “Sansai” (usia 3 tahun) tetap dibaca “sansai”.
“Sanbyaku” (tiga ratus) dibaca “sambyaku”, “ganbaru” (berjuang) dibaca “gambaru”.
“Nihon” (Jepang) dibaca “nihong”. “Man’ga” (komik) dibaca “mangga”.
5. Huruf hidup di antara dua suku kata seringkali hilang. Maksudnya? Misalnya,
“gakusei” (pelajar) dibaca “gaksei” (u-nya hilang tuh)
“hajimemashite” (salam kenal) dibaca “hajimemashte” (i-nya hilang)
“sentakuki” (mesin cuci) dibaca “sentakki” (u-nya hilang)
“shougakukin” (beasiswa) dibaca “shoogakkin” (u-nya hilang)
6. “desu” dan “masu” di akhir kalimat sering dibaca “des” dan “mas” (u-nya hilang).
Berikut ini juga saya sertakan beberapa software untuk mempelajari bahasa jepang sebagai pemula.
1. BEG_JAP
Software bahasa Jepang dengan sistem belajar bahasa komprehensif yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pemula.
2. EVE_JAP
Software yang dirancang untuk membuat belajar bahasa Jepang secara mudah . Cukup titik, klik, mendengarkan dan ulangi apa yang telah kamu dengar dari pembicara asli.
3. Grammar Lesson
Digunakan untuk mempelajari grammar dalam memakai Bahasa Jepang
4. JIP
Digunakan untuk mempelajari Pronounciation dalam berbahasa Jepang
6. NHk, NHK 2
Didalamnya terdapat beberapa percakapan sehari-hari dalam bahas jepang yang diperlihatkan dengan cara visual.
7. Nihonggo O Narau
Digunakan untuk mempelajari kanji
download software bahasa jepang
linknya udah di hapus
Untuk tutorial software di atas secara lengkap silahkan googling untuk lebih detailnya, Ganbatte!!, Kalau Anda serius dan yakin ingin menguasai bahasa Jepang saya rasa bukanlah sebuah hal yang sulit asal kita konsisten mempelajarinya seperti tips – tips lain yang pernah saya kupas disini seperti cara mengecilkan perutmenghilangkan komedo serta menghilangkan jerawat, dan khusus ibu – iburesep kue kering dan es krim pun sudah ada disini. .Keberhasilan akan dicapai melalui 99 % usaha dan 1% doa. Belajar Bahasa Jepang bukanlah hal yg mudah , tapi coba deh mulai sekarang kita sempurnakan niat kita untuk benar2 berusaha untuk sukses dalam belajar bahasa jepang ini.

Pesen Buku Bahasa Jepang & Buku2 Lainnya.. Klik Gambar Dibawah Ini..


Masukkan Code ini K1-YA172C-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

MINGGU, 10 MEI 2009

Edisi Tambahan 1

Seperti yang saya janjikan.. saya akan memberikan hal2 mengenai JEPANG di luar bahasa Jepang..!! Kita mulai saja sekarang.. Ini salah satu hal yang sudah menjadi kebiasa bagi orang Jepang..

Sentoo

Untuk menghilangkan rasa lelah setelah seharian bekerja, orang Jepang umumnya berendam dalam air hangat. Kebiasaan ini dilakukan oleh hampir semua orang Jepang. Apalagi, di sana banyak sumber air panas yang disebut onsen.

Dalam setiap rumah, selalu ada yang namanya ofuro (bak mandi) tempat berendam. Namun, bagi keluarga yang tidak memilki ofuro dapat pula pergi ke sentoo tempat pemandian umum. Sentoo dipisah untuk perempuan dan laki-laki. Aturannya, sebelum masuk ke dalam ofuro, pelanggan harus bersih-bersih dulu di ruangan yang terdapat shower. Setelah merasa bersih, barulah pelanggan boleh masuk ke dalam ofuro bersama-sama. Uniknya, bila ingin masuk, pelanggan dilarang memakai sehelai kain pun. Pokoknya harus bugil.!


Nah.. demikian postingan kali ini.. Maaf kalo sedikit.. karena masih ada ujian2 yang masih arus dilaksankan.. jadi harus bagi waktu.. Arigatou.. angan lupa.. seperti biasa... Jika ada kekurangan/kesalahan. kritik & Saran silakan kasih komen atau email saya ke android.yoni@gmail.com Mohon maaf jika cuma sedikit..! Gomenasai..

Permintaan Maaf

Gomenasai..~

Mohon maaf yang sebesar-besarnya..

karena untuk beberapa waktu lalu blog ini sempat vacuum.. Hal ini terjadi dikarenakan pengelola blog sedang mengahadapi ujian-ujian yang menimpa.. salah duanya UJIAN NASIONAL & UJIAN SEKOLAH...

Jadi Mohon maaf jika ada yg mengirimkan e-mail tapi blom sempat di balas.. tapi pasti akan saya balas...

Terima kasih atas perhatian & pengertiannya..

Domo Arigatou..~

MINGGU, 05 APRIL 2009

Belajar Bahasa Jepang (Session 4)

Akhirnya sekarang udah "Session 4".. setiap postingan ke-4, pas di postingan ke-5 nya mw gw kasih tentang kebudayaan Jepang atw gk hal2 lainnya diluar Bahasa Jepang ini, jadi biar kita gk cuma tau Bahasanya aja, tapi semuanya.. hehe.. btw, Sorrry neh agak lama postingan yg ke-4, soalnya lagi sibuk, banyak orderan.. okkeh.. langsung kita mulai ajah...


Session 4
KATA TUNJUK TEMPAT
KOKO, SOKO, ASOKO
KOCHIRA, SOCHIRA, ACHIRA

Kosa Kata :

ie (rumah)
heya (kamar)
niwa (halaman)
ima (ruang tamu)
daidokoro (dapur)
otearai (kamar kecil)
kooen (taman)
resutoran (restoran)
koojoo (pabrik)
gakkoo ( sekolah)
daigaku (kampus)
toshokan (perpustakaan)
ginkoo (bank)
yuubinkyoku (kantor pos)
byooin (rumah sakit)
kaisha (perusahaan)
jimusho (perkantoran)
jimushitsu (ruang kantor)


koko : (di) sini
soko : (di) situ
asoko : (di) sana

kochira : (ke) sini
sochira : (ke) situ
achira : (ke) sana


Koko, soko, dan asoko adalah kata tunjuk untuk menunjukkan tempat atau letak sebuah benda, sedangkan kochira, sochira, dan achira, umumnya digunakan bukan hanya untuk menunjukkan tempat, tetapi juga arah.Kochira, sochira, dan achira bisa pula sebagai bentuk kata tunjuk sopandari koko, soko, dan asoko.

Penggunaan kata tunjuk seperti diatas sama dengan kata tunjuk bendakore, sore, dan are pada "Session 2" sebelumnya.

Contoh 1 :

A = Hon wa doko desu ka. (Buku di mana?)
B = Hon wa asoko desu. (Buku di sana.)

Contoh 2 :

Watashi no ie wa koko desu. (Rumah saya di sini.)

Contoh 3 :

Soko wa toire desu ka. (Apakah di situ toilet?)

Pada Contoh 1B menjawab asoko karena benda yang ditunjunkkan jauh dari A dan BContoh 2 mengilustrasikan bahwa pembicara, yaitu watashi, menunjukkan rumahnya, misalnya menggunakan peta atau foto. Sebaliknya, Contoh 3 menggambarkan bahwa letak "toilet" lebih dekat dengan orang yang diajak bicara. Oleh karena itu, pembicara menggunakan kata tunjuk tempat soko.


Sekian "Session 4" kali ini.. Hufh.! lagi2 cuma sedikit.. tapi gpp.. yg penting manfaatnya.. hehe.. Jangan lupa.. seperti biasa... Jika ada kekurangan/kesalahan. kritik & Saran silakan kasih komen atau email saya ke : da_ns_91@yahoo.com atau yuki_no_inu@hotmail.com . Mohon maaf jika cuma sedikit..! Gomenasai..

Arigatou Gozaimasu..

SENIN, 23 MARET 2009

Belajar Bahasa Jepang (Session 3)

Karena "Session 2" cuma sedikit, jadi sengaja "Session 3" nya gw posting lebih cepet. Ini dia...

Session 3

KATA TUNJUK BENDA
KONO, SONO, ANO

Kosa Kata :
ashi (kaki)
okane (uang)
tokei (jam)
booshi (topi)
kagi (kunci)
keitai denwa (telpon genggam)
tegami (surat)
omocha (mainan)
kutsu (sepatu)
sandaru (sandal)
megane (kacamata)
nekutai (dasi)
yoofuku (pakaian)
shatsu (kemeja)
hito (orang)


Kata kono, sono, dan ano artinya sama dengan kore, sore, dan are, hanya berbeda dalam penggunaannya.

Dalam bahasa jepang, bila ingin mengatakan "Ini buku", maka akan berbeda dengan frase "Buku ini".

Contoh :

1. Ini buku = Kore hon desu
2. Buku ini... = Kono hon wa...

Kalimat (1) sebagai sebuah kalimat yang terdiri atas subjek (kore) danpredikat (hon), sedangkan contoh (2) merupakan frase yang terdiri atas "buku" dan "ini" sebagai kata tunjuk.

Perhatikan contoh lengkapnya berikut :

1. Kore wa hon desu. (Ini buku)

2. Kono hon wa watashi no desu. (Buku ini punya saya)

3. Sore wa kaban desu. (Itu tas)

4. Sono kaban wa dare no desu ka. (Tas itu punya siapa?)

5. Are wa jidoosha desu ka. (Apakah itu mobil?)

6. Ano jidoosha wa Nihon no jidoosha desu ka. (Apakah mobil itu mobil Jepang?)


Dalam contoh2 tersebut terdapat kata "No". "No" ada partikel (penanda) untuk menyatakan :

1"No" berarti kepunyaan. Susunannya terbalik, yaitu di belakang kata gantinya.

Watashi no = punya saya
Anata no = punya kamu
Kanojo no = punya dia (perempuan)
Sensei no = punya Pak Guru

Demekian pula, susunannya dalam contoh kalimat berikut :

Watashi no hon = buku (punya) saya
Anata no kaban = tas (punya) kamu
Kare no enpitsu = Pensil (punya) dia(laki2)


2. "No" bisa mengandung nuansa makna "dari" atau "berasal". Letaknya di antara kata benda atau kata tempat, tidak bisa diikuti (mengikuti) kata kerja, misalnya "datang dari..." (Ini tidak bisa). Perhatikan contoh berikut :

Unpad no gakusei = Mahasiswa (dari) Unpad
Nihon no jidoosha = Mobil (dari) Jepang


3"No" mengandung nuansa makna sebagai "bagian dari". Contoh :

Tsukue no ashi = kaki meja
Kyooshitsu no isu = kursi kelas
Ie no niwa = halaman rumah
Jidoosha no taiya = ban mobil

Ashi (kaki) bagian dari tsukue (meja)
Isu (kursi) bagian dari kyopshitsu (kelas)
Niwa (halaman) bagian dari ie (rumah)
Taiya (ban) bagian dari jidoosha (mobil)

Begitulah pemakaian dan makna dari kata "No". Kita kembali ke "kono, sono, ano".

Jadi, kalau kita ingin mengatakan buku ini, maka tidak bisa hon kore atauhon kono (seperti bahasa jawa yach.!). Frase yang betul adalah kono hon, bukan kore hon.

Perhatikan contoh-contoh berikut :

1. Ano hito wa watashi no sensei desu.
(Orang itu dosen saya.)

2. Sono kaban wa dare no desu ka.
(Tas itu punya siapa?)

3. Kono tokei wa otoosan no desu.
(Jam ini punya ayah.)

4. Sono tegami wa imooto no desu.
(Surat itu punya adik.)

5. Ano keitai denwa wa sensei no desu.
(Telepon genggam itu punya Pak Guru.)

Ingat..!! 

BUKU INI.. menjadi KONO HON..

kalau INI BUKU menjadi KORE WA HON DESU.


Sekian untuk "Session 3". Semoga ilmu kita semua untuk bahasa Jepang bisa bertambah.. Amin.!! Seperti biasa, jika ada kekurangan/kesalahan. kritik & Saran silakan kasih komen atau email saya ke :da_ns_91@yahoo.com atau yuki_no_inu@hotmail.com .

Domo Arigatoo..

JUMAT, 20 MARET 2009

Belajar Bahasa Jepang (Session 2)

Sekarang lanjutan dari "Session 1". Dipelajari lebih dalam lagi yah, biar tambah mantep Bahasa Jepangnya..! Setiap Session-nya selalu ada Kosa kata baru, jadi bisa menambah kosa kata Bahasa Jepang kalian..
Enjoy..

Session 2


KATA TUNJUK BENDA
KORE, SORE, ARE

Kosa Kata :

hon (buku)
kaban (tas)
enpitsu (pensil)
keshigomu (penghapus)
kami (kertas)
tsukue (meja)
isu (kursi
jisho (kamus)
pen (bolpoin/pulpen)
zasshi (majalah)
shinbun (koran)
jitensha (sepeda)
jidoosha (mobil)
nan (apa)
megane (kacamata)

Dalam bahasa Jepang, kata untuk menunjukkan benda ada tiga cara, yaitu :

kore (ini) -> untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara
sore (itu) -> untuk menunjukkan benda yang jauh dari si pembicara, tapi dekat dengan lawan bicara
are (itu) -> untuk menunjukkan benda yang jauh dari si pembicara maupun lawan bicara

Contoh :
1. Kore wa kaban desu. (Ini tas)
2. Sore wa shinbun desu ka(Apakah itu koran?)
3. Are wa nan desu ka. (itu apa?)


Jadi, jangan salah jika kita ingin menunjuk suatu benda. Karena ada tata bahasanya.

Sekian pelajaran "Session 2" ini. Mohon maaf jika cuma sedikit & jika ada kekurangan/kesalahan. kritik & Saran silakan kasih komen atau email saya android.yoni@gmail.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar